Begini Metode Terbaru Mencuci Pakaian Agar Ramah Lingkungan

Maret 08, 2019

Mencuci pakaian dengan cara dry cleaning memang telah biasa kerjakan oleh masyarakat. Namun tahukah kamu andai ada cara yang lebih aman untukmembasuh pakaian?

Metode tersebut merupakan wet cleaning. Berdasarkan keterangan dari Kho Tjin Hok, selaku Electrolux Lagoon Wet Cleaning Specialist Asia Pacific,cara pencucian itu sangat sesuai untuk jenis pakaian laksana gaun sutra, kebaya, kain batik, tenun, atau songket.

Ia menjelaskan, teknik mencuci ini serupa dengan pencucian manual dengan tangan, namun memakai teknologi terbaru mempunyai nama Lagoon Advanced Care (LAC) yang ada pada mesin cuci dan pengering dengan memakai media air sebagai sumber dari Electrolux Professional.

“Metode wet cleaning, di samping lebih aman terhadap kesehatan dan lingkungan, pakaian juga terlihat lebih bersih, serta tidak merusak atau memudarkan warna. Wet cleaning bahkan dapat digunakan guna pakaian yang dihiasi dengan manik atau bebatuan, sebab hasilnya tidak bakal merusak pakaian,” ujar Kho Tjin Hok, dalam seminar bertajuk 'Lagoon Advanced Care: The Power of Water to Treat Your Garment' di gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat,sejumlah waktu lalu.

Poppy Dharsono, Presiden Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) dan IFW 2018, juga mengungkap bahwa sebagai seorang desainer,cara pencucian teranyar ini paling penting, mengingat seringkali ia selalu membasuh busana rancangannya dengan tangan, baru dikirim ke laundry guna di-dry cleaning.

"Biasanya, di samping di-dry cleaning, baju dibersihkan dengan tanganlantas dikeringkan. Sebelum disetrika, baju dimasukkan plastik danditaruh di dalam freezer selama sejumlah jam. Baru setelah tersebut baju disetrika," ungkapnya.

Namun poppy menambahkan, demi meminimalisir polusi lingkungan,sebetulnya tidak seluruh pakaian yang baru digunakan model mestidicuci. Misalnya, pakaian berbahan katun sebetulnya masih dapat digunakan 2-3 kali sebelum dicuci.

"Setiap kali mencuci, apakah gunakan air atau tidak, saya berjuang untuk tidak memberi polusi pada bumi. Makanya, bila katun, seringkali ada keringat dan lain-lain yang barangkali akan memunculkan bau, saya bakal cuci di unsur yang perlu dimurnikan saja dengan tangan, laksana tangan, leher atau ketiak. Setelah kering, disetrika, lantas langsung digantung. Agar tidak merusak lingkungan," tambahnya.

Melihat manfaat teknik pencucian tersebut, sekarang kita bisa memilih perawatan pakaian yang tepat, yang baik untuk mengawal lingkungan sekaligus kualitas pakaian.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.