Semakin Berjaya Perkembangan Kosmetik Halal di Indonesia

Januari 28, 2019

Tren kosmetik halal tengah semakin banyak di industri keelokan Asia. Bila Arab Saudi telah lebih dulu mengenal kosmetik halal, Malaysia baru menggandrungi tren ini semenjak tiga tahun terakhir. 

Di Indonesia sendiri, brand kosmetik Wardah jadi pionir kosmetik halal semenjak 1995. Bahkan, brand keelokan ini menyabet penghargaan Halal Top Brand 2018 dari LPPOM MUI untuk kelompok sampo dan perawatan rambut. Ini merupakan peradaban pesat dalam pertumbuhan industri kosmetik halal di Tanah Air. 

"24 tahun lalu, market belum seperti kini dan tidak sedikit tantangannya, karena dari sisi pemakai kosmetik Indonesia belum banyak. Beda dengan 2018 yang pada quarter ketiga saja, penetrasi kosmetik di Indonesia menjangkau 56,4 persen. Sebelumnya masih paling sedikit," jelas Shabrina Salsabilla, Brand Manager Wardah Cosmetics, untuk kumparanSTYLE ketika dijumpai di Kembang Goela

Makeup halal mesti mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Logo halal boleh disematkan bila lolos audit atau serangkaian tes uji kehalalan produk. Indikator halal tak melulu terletak pada ketenteraman bahan (yang bebas najis dan alkohol), namun mencakup proses penciptaan kosmetik dan kemasannya.

Makeup halal pun harus terbukti mampu dimasuki air wudhu. Jadi, muslimah tak butuh repot menghapus makeup sebelum mencuci wajah sebelum berwudhu. Ibadah juga jadi tenang dan nyaman. 

Wardah sendiri sudah menyebarkan tren kosmetik halal ke Negeri Jiran Malaysia semenjak tahun lalu. "Kita ekspor ke Malaysia semenjak tiga tahun lalu, terdapat di 298 cabang. Sedangkan di jaringan toko kesehatan Soho terdapat satu," paparnya lagi. 

Industri kosmetik halal dunia terus mengindikasikan geliat positif. Terlebih menilik besarnya angka populasi muslim di semua dunia. Menyadari urusan ini, Wardah sengaja mengenalkan kampanye 'Halal dari Awal' guna semakin menambah kesadaran masyarakat muslim tentang eksistensi kosmetik dan produk keelokan halal.

"Kami harap kampanye ‘Halal dari Awal’ dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk memakai produk kosmetik halal, sehingga saya dan anda bisa berkontribusi terhadap perkembangan industri kosmetik halal Indonesia,” tutup Shabrina.

Bagaimana dengan Anda, tertarik untuk beralih menggunakan kosmetik dan perawatan keelokan yang halal?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.